Prinsip-prinsip Pemodelan

Pemodelan memiliki peran yang sangat penting dalam semua disiplin ilmu teknik. Dalam disiplin ilmu teknik ada empat prinsip yang harus ada dalam pemodelan.

Prinsip pertama:

“Pilihan model apa yang akan dibuat memiliki pengaruh besar pada bagaimana masalah dipecahkan dan bagaimana solusi dibentuk.”

Model harus dibuat dengan tepat. Model yang tepat akan fokus pada masalah yang paling vital. Model yang salah akan menyesatkan, menyebabkan pengembangan justru fokus pada masalah yang tidak relevan.

Prinsip kedua:

“Setiap model dapat dinyatakan pada berbagai tingkat presisi.”

Terkadang, model interface pengguna yang cepat dan sederhana yang dapat dijalankan persis seperti yang diinginkan. Di lain waktu, harus dibuka detail yang rumit seperti interface lintas sistem atau masalah jaringan, dll.

Bagaimanapun, jenis model terbaik adalah yang memungkinkan dipilih sesuai tingkat kompeksitas yang diinginkan, tergantung siapa yang melihatnya. Seorang analis atau pengguna lebih fokus pada masalah apa (what) dan pengembang lebih fokus pada masalah bagaimana (how).

Prinsip ketiga:

“Model terbaik adalah model yang relevan dengan kenyataan.”

Dalam perangkat lunak, kesenjangan antara model analisis dan model desain sistem harus kecil. Jika gagal menjembatani kesenjangan ini maka akan menyebabkan sistem akan semakin menyimpang. Dalam sistem berorientasi objek, dimungkinkan untuk menghubungkan semua sudut pandang yang terbuka/berbeda dari suatu sistem menjadi satu kesatuan.

Prinsip keempat:

“Tidak ada model tunggal yang sempurna. Setiap sistem yang tidak sederhana, paling baik adalah dengan melakukan pendekatan melalui serangkaian kecil model yang mungkin sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah.”

Dalam hal bangunan, Anda dapat mempelajari denah listrik secara terpisah, tetapi Anda juga dapat melihat pemetaannya pada denah lantai dan mungkin interaksinya dengan rute pipa dalam denah pipa ledeng.

Hal yang sama berlaku untuk sistem berorientasi objek. Untuk memahami arsitektur sistem seperti itu, Anda memerlukan beberapa pandangan yang saling melengkapi dan saling terkait: tampilan kasus penggunaan (menunjukkan persyaratan sistem), tampilan desain (menunjukkan masalah dan solusi), tampilan proses (memodelkan distribusi proses sistem), sudut pandang implementasi (mengatasi realisasi fisik sistem) dan sudut pandang pemasangan sistem (berfokus pada masalah rekayasa sistem khsusnya platformnya apakah web, desktop atau yang lain). Tergantung pada sifat sistem, beberapa model mungkin lebih penting daripada yang lain.

Arif Kurniawan

Ayah, Guru dan Pemanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.